BUTIR-BUTIR BUDAYA JAWA

KATA-KATA MUTIARA DALAM BAHASA JAWA

KETUHANAN

  • Pangeran iku siji, langgeng, sing nganakake jagad sak isine, dadi sesembahane wong sak alam kabeh

“ Tuhan(Allah SWT) itu satu, abadi, yang menciptakan alam seisinya, menjadi sesembahan manusia se jagad raya”

  • Pangeran iku adoh tanpo wangenan, cedhak tanpo senggolan

“ Tuhan(Allah SWT) itu jauh tanpa ada batasan, dekat tetapi tidak bias bersentuhan”

  • Pangeran iku langgeng, tan kena kinaya ngapa, sangkan paraning dumadi, purwa madya wasana “ Tuhan(Allah SWT) itu abadi, tidak dapat digambarkan perwujudannya, merupakan sebab yang pertama dan merupakan tujuan yang terakhir dari segala ciptaan yang ada. Alam purwa (permulaan), alam madya (tengah) dan alam wasana (akhir)”
  • Pangeran iku ora sare

“ Tuhan(Allah SWT) mengetahui segala sesuatu yang terjadi, diselur alam raya, setiap saat dan disegala tempat”

  • Owah gingsiring kahanan iku saka kersaning Pangeran kang murbeng jagad

“ perubahan keadaan itu atas kehendak Tuhan(Allah SWT)”

  • Manungso sadermo nglakoni, kadya wayang umpamane, ojo ndisiki kersa

“Manusia sekedar menjalani diibaratkan seperti wayang, jangan mendahului kehendak Yang Maha Kuasa sebalum waktunya”

KEHIDUPAN ROHANI

  • Managasah mingising budi, memasuh mala ning bumi, mamayu bayuning bawana

“Ketajaman mata hati manusia terhadap sesama hidup, dan terpelihara keseimbangan alam, sebagai modal menuju kebahagian dunia . (kesejahteraan akan didapat dicapai bila manusia senantiasa mempertajam mata hati terhadap sesame hidup)”

  • Kahanan kang ana iki ora suwe mesthi ngalami owah gingsir, mula aja lali marang sapadha-padhaning tumitah

“Keadaan yang ada ini tidak lama pasti mengalami perubahan, oleh sebab itu jangan lupa dan jangan melupakan sesama hidup”

  • Sabegja-begjane wong kang lali, luwih begja wong kang eling lan waspada

“Disaat menghadapi suatu masalah (apapun, bagaimanapun, kapanpun, dan dimanapun) hendaklah dihadapi dengan kesadaran, kesabaran dan ketelitian”

  • Antenging jatmika ing budi, upayanen nyawijining ukara lan trapsila

“Ketenangan jiwa, keikhlasan hati, dan kesabaran kehendak raihlah dengan bersatunya antara jiwa dan ucapan”

  • Sing bisa prihatin sakjroning bungah, sing bias bungah sakjroning prihatin tansaho emut marang Kang Murbeng Gesang

“Mampu menahan nafsu ketika dalam kebahagian, dan tidak larut dalam kesedihan ketika sedang dilanda musibah. Senantiasa mengingat pada Yang Maha Agung”

KEMANUSIAN

  • Aja lali marang ilmu ngelmu (agama), kang karya tentreming ati, jalaran kuwi kang biso gawe mulyaniro lahir-batin

“langan lupa terhadap pengetahuan agama yang dapat menentramkan hati sebab yang demikian itu yang membuat tentram lahir-batin”

  • Kamulyaning urip dumunung ana tentreming ati

“kemulian hidup itu berada pada ketentraman hati”

  • Jer basuki mawa beyo

“keberhasilan disertai dengan pengorbanan”

  • Aja demen nyar

“ jangan senang jika masih baru. (orang suka yang masih baru, jika tidak akan ditinggalkan)”

KEKERABATAN

  • Ora ana katresnan nguluwihi katresnan wong tuwo marang anak, mulo ngabektio marang wong tuwo

“tidak ada kecintaan yang melebihi kecintaan orang tua terhadap anak, maka berbaktilah kepada orang tua”

  • Mangan ora mangan

“ngumpul makna berkumpul dengan saudara atau teman lebih penting daripada arti makanan yang dihidangkan”

  • Wong tuwo kang ora ngudi kabecikan, sarta ora ngerti marang agama, uda Negara lan tata karma, kuwi sejatine dudu panutan putra wayah

“orang tua yang tidak berusaha kea rah kebaikan, tadak taat pada agama, Negara dan tata karma, itu hakekatnya bukanlah panutan bagi anak cucu”

  • Putra wayah wulangen marang kautaman, perdinen susilen tata, supoyo gawe pepadhaning kaluwargo

“ didik lah anak cucumu kearah keutamaan, didiklah tata susila agar menjadi cahaya keluarga”

  • Anak polah bapak kepradah

“berhati-hatilah manjaga perilaku anak, karena orang tua selalu harus bertanggungjawab atas perilaku anak”

  • Kaya mimi lan mintuna

“perkawinan diharapkan berlangsung sepanjang umur, kekal abadi hingga kakek dan nenek”

  • Tuna satha bathi sanak

“biar kehilangan harta benda tak mengapa, asal lebih banyak mendapatkan teman kerabat”

KEHIDUPAN SOSIAL

  • Wong urip iku anganggoa rereh, ririh lan ruruh. dedugo, watara, lan reringo

“hidup berbekalah dengan kesabaran, kecermatan dan kehati-hatian. Bijaksanana berhati0hati, selalu ingat, dan senantiasa memahami apa yang akan terjadi.

KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DAN BERNAGARA

  • Negara iki ora guna lamun ora darbe anger-anger minangka pikukuhing nagara kang adbedbasar idi kalbuning manungso

“Negara tidak akan berdiri tangguh jika tidak mempunyai undang-undang yang menjadi dasar kuatnya suatu Negara yang sesuai dengan jiwa suatu bangsa”

  • Rumangsa melu handarbeni, wajib bangrung kebi, mulad sarira bangrasawani

“merasa memiliki, wajib untuk memeliharanya, dan berani untuk mawas diri”

  • Lamun sira banter aja ngelancangi, lamun siro landhep aja nantoni, lamun siro mandi aja mateni

“Jika engkau cepat jangan meninggalkan pimpinanmu, jika engkau tajam (berkuasa) jangan melukai hati orang lain, jika engkau sekti (berkuasa) jangan membunuh karakter orang lain”

  • Desa mawa tata, nagara mawa cara

“masing-masing daerah mempunyai tata cara sendiri”

  • Kang becik iku lamun ngerti anane bebayaran agung, ing ngarsa sung tuladha, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani

“yang baik itu jika mengerti hidup bermasyarakat dan bernegara, maka didepan memberi teladan, ditengah menjadi penggerak, dan dibelakang member daya kekuatan”

KEHIDUPAN BERUSAHA

  • Dipun gemi, nastiti, ngati-ati

“hemat,cermat, dan hati-hati dalam meniti kehidupan”

  • melik ngngendong lali

“keinginan untuk segera memiliki menyebabkan orang lupa”

  • Aja melik darbeking liyan, marga raja brana lan wanita iku bias gawe congkrahing para surjana lan ugo gawe nistbaning ati

“jangan menginginkankan milik orang lain, sebab harta benda dan wanita itu dapat menyebabkan pertengkaran dan dapat membuat kenistaan hati”

  • Wani ngalah luhur wekasane

“keberanian untuk mengalah atas dasar kerendahan hati, akan mendapatkan balasan kebaikan”

  • Kaduk wani kurang duga

“terlalu berani tapi tanpa perhitungan”

  • Sing sapa temen tinemu

“ketekunan dan kejujuran adalah dasar mencapai tujuan”

ETIKA KESUSILAAN

  • Titikane aluhur, alusing solah tingkah, budi bahasane, lan legawane ati, derbe ipat berbudi bawaleksana

“tandanya orang yang luhur, halus tindak-tanduk, budi bahasanya, dan berhati ikhlas, mempunyai sifat besar hati dan keagungan jiwa”

  • Yen sira dibeciki ing liya, tulisen ing watu, supaya ora ilang lan tansah kelingan. Yen sira gaweang wong liya, tulisen ing lemah, supaya enggal ilang lan ora kelingan

“Jika orang lain berbuat baik kepadamu, pahatlah di batu agar tidak hilang dan senantiasa ingat. Jika engkau berbuat baik kepada orang lain, tulislah di tanah agar cepat hilang dan tidak ingat”

  • Aja ngngene mangsa, aja nampik rejeki, aja mburu aleman

“jangan mengharapkan sesuatu yang belum waktunya, jangan menolak pemberian orang lain, dan jangan selalu ingin di puji”

2 Balasan ke BUTIR-BUTIR BUDAYA JAWA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s