PERPINDAHAN KALOR

  1. A. Konduksi
    1. 1. Sapu Tangan Tahan Api
      1. Alat dan bahan

1)   Koin logam

2)   Sapu tangan

3)   Rokok

4)   Korek api

  1. Langkah Percobaan

1)   Sulut rokok dengan menggunakan korek apai.

2)   Cobalah matikan rokok dengan menggunakan selembar sapu tangan.

3)   Amati yang terjadi. Apakah sapu tangan akan berlubang?

4)   Ulangi percobaan dengan meyelipkan sebuah koin logam ke dalam sapu tangan.

5)   Cobalah matikan rokok tersebut tepat di posisi sapu tangan yang ada koinnya.

6)   Amati yang terjadi. Apakah sapu tangan akan berlubang?

7)   Bandingkan hasil dari kedua percobaan tersebut! Mengapa demikian?

  1. Penjelasan

Ketika rokok dimatikan pada selembar sapu tangan misalnya tepat di daerah A, maka kalor akan menumpuk di daerah ini. Daerah A akan terbakar jika jumlah kalor yang menumpuk cukup banyak. Hal ini akan mengakibatkan sapu tangan akan berlubang jika digunakan untuk mematikan rokok.

Lain halnya jika dimasukkan sekeping uang logam pada sapu tangan. Ketika rokok dimatikan tepat di sapu tangan yang didalamnya terdapat uang logam, maka sapu tangan tersebut tidaka kan terbakar. Hal ini dikarenakan koin sangat mudah menghantarkan kalor yang diterimanya. Begitu kalor di sapu tangan mengenai koin, kalor ini segera disebarkan ke seluruh koin. Akibatnya jumlah kalor di sapu tangan yang digunakan untuk mematikan rokok tidak cukup banyak untuk dapat membakar daerah tersebut. Hal ini menyebabkan kaintidak terbakar.

  1. 1. Kayu, besi dan Api
    1. Alat dan bahan

1)   Kayu

2)   Besi

3)   Lilin

4)   Korek api

  1. Langkah percobaan

1)   Peganglah sebatang kayu dan dekatkan ke api lilin.

2)   Amati yang terjadi. Apakah kayu kan terbakar?

3)   Ulangi percobaan dengan membekar sebatang besi.

4)   Amati yang terjadi. Apakah besi akan terbakar?

5)   Bandingkan hasil yang diperoleh diantara kedua percobaan. Mengapa bisa demikian?

  1. Penjelasan

Kayu adalah penghantar kalor yang buruk. Ketika salah satu ujung benda ini dipanaskan, kalor tidak dihantarkan ke ujung yang lain, tetapi bertumpuk di ujung ini. Akibatnya ujung yang terkena api lama kelamaan akan terbakar.

Gambar partikel yang yang ikut menggetarkan partikel disampingnya karena adanya kalor (prinsip konduksi)

Lain halnya dengan besi. Besi termasuk dalam benda yang mampu menghantarkan kalor dengan baik. Oleh karena itu, ketika salah satu ujung besi dipanaskan maka kalor akan dihantarakan menuju ujung yang lain. Akibatnya ujung besi yang terkena api tidak terbakar, melainkan ujung yang lain (yangdipegang oleh tangan) akan ikut terasa panas.

  1. 1. Kertas Tahan Api
    1. Alat dan bahan

1)      Batang tembaga

2)      Kertas

3)      Pemanas (Bunsen atau lilin)

4)      Batang kayu

  1. Langkah Percobaan

1)      Bungkuslah batang tembaga dengan kertas.

2)      Bakar kertas tersebut di atas pemanas.

3)      Amati yang terjadi. Apakah kertas tersebut terbakar?

4)      Ganti batang tembaga dengan sebatang kayu, kemudian lakukan langkah yang sama seoerti percobaan sebelumnya.

5)      Amati yang terjadi. Apakah kertas tersebut terbakar?

6)      Bandingkan hasil dari kedua percobaan tersebut. Mengapa demikian?

  1. Penjelasan

Pada saat sebatang tembaga dibungkus kertas kemudian dibakar di atas pemanas, maka kertas tersebut tidak akan terbakar. Hal ini dikarenakan kalor dari pemanas disebarkan secara cepat ke seluruh permukaan tembaga. Seperti kita ketahui, tembaga adalah konsuktor yang baik dan cepat menyebarkan panas. Akibatnya, panas pada kertas tidak cukup besar untuk membakar kertas tersebut.

Namun hal ini tidak terjadi ketika batang tembaga diganti dengan batang kayu. Ketika batang kayu dibungkus dengan kertas kemudian dibakar di atas pemanas maka kertas tersebut akan terbakar. Hal ini dikarenakan kayu bukan merupakan konduktor melainkan merupakan isolator panas yang baik. Jadi panas yang mengenai kertas dengan mudah akan membuat kertas terbakar.

  1. A. Konveksi
    1. 1. Es batu dan mangkok
      1. Alat dan bahan

1)   Sebongkah es batu

2)   Air hangat

3)   Mangkok

  1. Langkah Percobaan

1)   Isilah mangkok dengan air hangat.

2)   Masukkan es batu di dalam mangkok tersebut.

3)   Amati yang terjadi. Mengapa demikian?

  1. Penjelasan

Berdasarkan percobaan yang dilakukan, ternyata es batu akan bergerak menepi. Hal ini disebabkan air di sekitar es lebih dingin dibandingkan air disekelilingnya. Massa jenis air dingin lebih besar daripada massa jenis air hangat. Karena adanya perbedaan massa jenis ini maka air dingin  akan turun ke dasar mangkok dan air hangat akan naik ke atas. Hal ini menyebabkan terjadinya aliran air (konveksi). Aliran ini akan mendorong es batu bergerak ke sisi mangkok.

 

  1. 2. Balon dan air
    1. Alat dan bahan

1)   Balon

2)   Air

3)   Pemanas

  1. Langkah Percobaan

1)   Isi balon dengan air.

2)   Bakar balon berisi air dengan pemanas.

3)   Amati yang terjadi. Apakah balon akan meletus?

4)   Ulangi percobaan tetapi isi balon hanya menggunakan udara, kemudian bakar dengan pemanas.

5)   Amati yang terjadi. Apakah balon meletus?

6)   Bandingkan hasil dari kedua percobaan? Mengapa demikian?

  1. Penjelasan.

Ketika balon yang berisi air dipanaskan maka balon tidak akan terbakar. Hal ini dikarenakan kalor dari pemanas akan dirambatkan oleh balon ke air. Melalui konveksi, kalorakan disebarkan air ke seliuruh bagiannya. Karena kaor diambol oleh air, maka balon tidak menerima panas yang cukup untuk meledakkannya. Itu sebabnya balon tidak meletus.

Lain halnya ketika balon hanya udara, maka balon akan meledak dengan cepat. Hal ini dikarenakan adanya kalor yang dialirkan dari pemanas justru membuat volume udara dalam balon memuai. Karena pemuaian udara dalam balon inilah menyebabkan balon meledak dengan cepat.

 

  1. 3. Es Tahan Api
    1. Alat dan bahan

1)   Es batu

2)   Tabung rekasi

3)   Air

4)   Pemanas bunsen

5)   Batu

6)   Penyangga

  1. Langkah Percobaan

1)   Masukkan es ke dalam tabung reaksi (kurang lebih ¼ tinggi tabung)

2)   Masukkan batu ke dalam tabung, kemudian masukkan air ke dalam tabung.

3)   Nyalakan pembakar bunsen dan panaskan air dalam tabung dengan posisi miring hingga air mendidih.

4)   Amati kondisi es. Mengapa bisa demikian?

  1. Penjelasan

Ketika tabung yang berisi es batu, batu, dan air dipanaskan dengan posisi miring ternyata air akan mendidih dan menguap. Namun, es batu hanya sedikit yang akan mencair. Hal ini disebabkan karena air panas berada di bagian atas tabung, sehingga panas tidak dapat merambat ke bagian bawah tabung secara konveksi. Oleh karena itu, bagian bawah tabung akan tetap dingin dan es hanya sedikit mencair.

 

  1. B. Radiasi
    1. 1. Lilin Melengkung
      1. Alat dan bahan

1)   Dua buah lilin

2)   Wadah yang dicat hitam

3)   Wadah yang dicat mengkilap.

  1. Langkah Percobaan

1)   Tempatkan lilin pada dua tempat lilin yang identik.

2)   Tempat yangsatu dicat hitam dan tempat yang satunya lagi dibuat mengkilap.

3)   Letakkan di dekat jendela menghadap sinar matahari yang terik.

4)   Amati yang terjadi dengan kedua lilin. Mengapa demikian?

  1. Penjelasan

Dari hasil percobaan didapat bahwa ternyata lilin yang yang berada di wadah hitam akan melengkung. Hal ini dikarenakan tempat yang dicat hitam akan mudah menyerap energi radiasi cahaya matahari. Energi radiasi ini yang membuat lilin meleleh dan melengkung. Lain halnya dengan lilin yang berada dalam wadah mengkilap, tidak akan ada perubahan yang terjadi pada lilin. Hal ini dikarenakan tempat yang dicat warna mengkilap justru akan memantulkan energi radiasi cahaya matahari.

  1. 2. Hitam dan Putih
  2. Alat dan bahan

1)   Dua kaleng bekas minuman

2)   Cat hitam

3)   Cat putih

4)   Air

5)   Lampu belajar

6)   Dua buah termometer

  1. Langkah Percobaan

1)   Cat dua buah kaleng bekas minuman masing-masing dengan cat warna hitam dan warna putih.

2)   Isi kedua kaleng dengan air yang sama banyak kemudian beri termometer pada masing-masing kaleng tersebut.

3)   Panaskan dengan lampu sorot (lampu belajar)

4)   Amati kenaikan suhu yang terjadi pada temometer. Mengapa demikian?

  1. Penjelasan

Berdasarkan percobaan yang dilakukan ternyata pada kaleng yang dicat dengan warna hitam kenaikan suhunya lebih tinggi dibandingkan dengan iar pada kaleng yang dicat putih. Hal ini dikarenakan kaleng warna hitam menyerap kalor lebih cepat dibandingkan kaleng yang dicat putih. Jika lampu didekatkan, suhu kaleng akan lebih cepat naik karena kalor yang diterima kaleng dari lampu lebih banyak.

 

  1. 3. Mana yang Lebih Cepat Jatuh?
    1. Alat dan bahan

1)   Kaleng bekas susu cair

2)   Cat hitam

3)   Cat putih

4)   Dua buah uang logam sejenis

5)   Lilin

6)   Penyangga

  1. Langkah percobaan

1)   Lapisi bagian dalam dinding kaleng dengan cat hitam dan cat putih (kedua sisi bersebrangan).

2)   Tempelkan koin pada masing-masing sisi dengan mentega.

3)   Nyalakan lilin dalam kaleng (usahakan agar ada lubang udara dalam kaleng dengan menggunakan penyangga)

4)   Amati koin!

5)   Koin manakah yang lebih cepat jatuh?

  1. Penjelasan

Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, ternyata koin yang ditempelkan pada bagian yang  dicat warna hitam lebih cepat jatuh dibandingkan koin yang diletakkan pada bagian yang dicat warna putih. Hal ini dikarenakan warna hitam lebih banyak menyerap panas. Panas yang ada digunakan untuk melelehkan mentega. Itu sebabnya, koin yang ditempelkan pada  bagian kaleng yang dicat warna hitam akan lebih cepat jatuh

Tentang satuasbak

I can't fail
Pos ini dipublikasikan di FISIKA HERE. Tandai permalink.

2 Balasan ke PERPINDAHAN KALOR

  1. agusarifina berkata:

    Please include a picture so that I could make this posting as a reference.
    I always wait you.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s