Konsep Kalor

Konsep Kalor

  1. A. Pengertian Kalor
    1. Alat dan bahan
      1. Es
      2. Air panas
      3. Termometer
      4. Wadah
    2. Langkah Percobaan
      1. Letakkan es batu pada wadah A kemudian ukur suhunya.
      2. Letakkan air panas pada wadah B kemudian ukur suhunya.
      3. Campurkan es batu dengan air panas kemudian ukur  suhunya.
      4. Bandingkan hasil pengukuran yang didapat pada langkah (a), (b), dan (c). Mengapa bisa demikian?
    3. Penjelasan

Berdasarkan percobaan yang dilakukan didapat hasil bahwa es memiliki suhu 00C, sedangkan air panas memiliki suhu sebesar 800C. Akan tetapi jika es dicampurkan dengan air panas ternyata suhunya menjadi 500C. Hal ini terjadi karena molekul-molekul air panas mempunyai energi kinetik rata-rata yang lebih tinggi daripada es (karena suhunya lebih tinggi). Ketika kedua air dicampur, molekul dari kedua wadah itu akan bertumbukan satu sama lain. Ketika bertumbukan, molekul dari air panas akan memberikan sebagian energy kinetiknya ke molekul es. Tumbukan ini terus berlangsung sampai energy kinetic rata-rata molekul dari kedua wadah itu sekarang sama besar (pada keadaan ini seluruh air mempunyai suhu yang sama). Air saat itu dikatakan berada dalam keseimbangan termal. Energy yang berpindah dari air panas ke es inilah disebut kalor. Jadi dapat disimpulkan bahwa kalor adalah energy yang berpindah dari benda yang memiliki suhu tinggi ke benda yang memiliki suhu lebih rendah.

Tentang satuasbak

I can't fail
Pos ini dipublikasikan di FISIKA HERE. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s