ANALISIS BAHAYA PEMAKAIAN TELEPON SELULAR DAN MOUSE OPTIC DITINJAU DARI TEORI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Dicuplik dari “ELEKTRO INDONESIA ONLINE”

Bahaya Pemakaian Telepon Seluler

Telepon seluler yang sudah banyak dipasarkan pada saat ini mempunyai frequensi 450 MHZ dan 900 MHz. Ponsel dengan frequensi 1800 MHz dalam waktu dekat ini akan mulai memasuki pasaran dan sudah barang tentu akan ditawarkan dengan berbagai macam kelebihan dibandingkan dengan ponsel yang sudah ada.

Suatu penelitian yang pada saat ini sedang dilakukan di Universitas Lund (Swedia) menunjukkan bahwa radiasi yang dipancarkan oleh ponsel dapat mempengaruhi fungsi enzim dan protein. Penelitian yang dilakukan terhadap tikus percobaan menunjukkan adanya perubahan biokimia dalam darah tikus, yaitu terjadinya perubahan protein albumin yang berfungsi dalam memasok aliran darah ke otak. Professor Leif Salford seorang peneliti masalah dampak pemakaian ponsel terhadap kesehatan, mengatakan bahwa gelombang mikro yang keluar dari ponsel dapat memicu timbulnya penyakit “alzheimer” atau kepikunan lebih awal dari usia semestinya. Alzheimer adalah salah satu penyakit yang menyebabkan menurunnya kemampuan berfikir serta kemampuan mengingat-ingat atau memori, sehingga gejala penyakit alzheimer mirip dengan orang tua yang pikun. Walaupun belum terbukti secara langsung bahwa penggunaan ponsel adalah penyebab utama timbulnya penyakit alzheimer, namun menurut Prof. Leif Salford akibat yang mungkin ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik dari ponsel tidak boleh diabaikan begitu saja, tapi harus secara cermat diteliti segala kemungkinan yang dapat ditimbulkan oleh pemakaian ponsel.  (Sumber : Beritanet)

Permasalahan :

1.      Analisis kedua artikel ini (harus didukung data yang valid) ditinjau dari teori gelombang elektromagnetik.

2.      Beri kesimpulan.

3.      Beri saran pemecahan!

Analisis Bahaya Pemakaian Telepon Seluler

A. Telephon Seluler Ditinjau dari Gelombang Elektromagnetik

Telepon seluler atau ponsel yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini, memang sangat membantu dalam hal kemudahan berkomunikasi. Ukuran ponsel makin lama makin kecil agar lebih praktis mudah dimasukkan ke dalam saku dan kelebihannya makin lama makin canggih. Kecanggihan dan kelebihan ponsel tidak lain adalah waktu selalu ditemukan hal yang baru. Akan tetapi satu hal yang perlu diingat bahwa pancaran sinyal dari emiter ponsel selalu mengikuti kaidah pancaran radiasi gelombang elektromagnetik.

Spektrum gelombang elektromagnetik dikelompokkan berdasarkan panjang gelombangnya atau bisa juga dikelompokkan berdasarkan frequensinya. Mengenai spektrum gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombangnya atau frequensinya dapat dilihat pada tabel  berikut ini

 

Berdasarkan tabel tersebut di atas , tampak bahwa pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel dengan frequensi antara 450 – 1800 MHz telah memasuki daerah gelombang mikro seperti halnya radar.

Pengamatan lebih jauh mengenai dampak radiasi elektromagnetik ponsel terhadap tubuh manusia, ternyata mempunyai kemiripan dengan dampak radiasi elektromagnetik yang ditimbulkan oleh radar. Pesawat radar sejauh ini telah diduga mempunyai dampak terhadap manusia yang berada pada sekitar instalasi radar. Dampak tersebut adalah kemampuan radar mengagitasi molekul air yang ada dalam tubuh manusia. Perlu diingat bahwa sel-sel yang terdapat dalam tubuh manusia sebagian besar mengandung air, maka dampak agitasi terhadap molekul air perlu mendapat perhatian yang seksama. Agitasi yang ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik. Kalau intensitas radiasi elektromagnetiknya cukup kuat, maka molekul-molekul air terionisasi, dampak yang ditimbulkan mirip dengan akibat yang ditimbulkan oleh radiasi nuklir. Peristiwa agitasi oleh gelombang mikro yang perlu diperhatikan adalah yang berdaya antara : 4 mW/cm2 ~ 30 mW/cm2. Agitasi bisa menaikkan suhu molekul air yang ada di dalam sel-sel tubuh manusia dan ini dapat berpengaruh terhadap kerja susunan syaraf, kerja kelenjar dan hormon serta berpengaruh terhadap psikologis manusia. Hal penelitian mengenai pengaruh gelombang mikro terhadap tubuh manusia menyatakan bahwa untuk daya sampai dengan 10 mW/cm2 masih termasuk dalam nilai ambang batas aman.

B. Bahaya-bahaya penggunaan ponsel

1. Memanaskan Otak dan Kulit

Inggris. Ponsel dapat membuat panas otak sehingga mengganggu fungsinya. Sebuah kajian yang telah diterbitkan di Inggris tahun lalu, mengungkapkan tingkat paparan (exposure) gelombang dari ponsel yang ditempelkan di dekat telinga atau bagian badan tertentu lebih besar daripada tingkat paparan dari stasiun ponsel terhadap seluruh badan.

Swedia. Sebuah studi menunjukkan peningkatan rasa/sensasi panas sebesar 48 kali terhadap telinga, muka dan kepala dari pengguna ponsel. Di Swedia juga dilaporkan pada tahun 2006 bahwa kita memiliki risiko 240 persen lebih besar terkena kanker otak berbahaya, tepatnya di bagian kepala yang berdekatan dengan telinga yang sering digunakan untuk bertelepon.

Rusia Ponsel dapat meningkatan suhu permukaan kulit sampai 4,7 oC yang dapat mengarah ke timbulnya kangker kulit. Di Inggris, ditemukan seorang pengguna ponsel yang meninggal karena tumbuhnya sel-sel kanker pada permukaan kulit yang sering bersentuhan dengan ponsel.

Beberapa peneliti memperingatkan bahwa dampak panas ponsel ini dapat menyebabkan paras pengguna bergaris-garis dan cekung yang menjadi awal terjadinya penuaan dini. Diduga panas menyebabkan sel-sel badan menurun kerjanya karena proses-proses dalam sel tak dapat berjalan secara efisien.

2. Risiko Terkena Kanker

Swedia. Penggunaan ponsel meningkatkan risiko terkena tumor otak sebesar 2,5 kali. Anak-anak yang tulang tengkoraknya lebih tipis dan otaknya lebih kecil menghadapi risiko lebih besar.

Australia Tikus percobaan yang terkena radiasi ponsel selama 18 bulan, menghadapi tingkat risiko dua kali lipat terkena kanker.

USA Pengguna bersat ponsel mengalami penurunan hormone melatonin yang amat penting untuk mencegah berkembangnya sel-sel kangker.

Austria Perokok pengguna ponsel punya risiko lebih besar terkena kangker dibanding pengguna ponsel non perokok.

Pengguna ponsel berat (beberapa jam / hari) ditemukan terkena kangker getah bening non-Hodgkin pada leher di area yang sering mengalami kontak ponsel. Beberapa menit paparan radiasi ponsel dapat mengubah 5% sel kangker aktif menjadi 95% sel kangker aktif, selama periode paparan dan beberapa saat setelah itu. Risiko terkena tumor yang amat langka, neuro-epithelia, yang berkembang di luar otak, meningkat dua kali lipat pada penggunaan ponsel di bandingkan non-pengguna. Pada tahun 1998, tercatat tak kurang 8 tuntutan hokum berkenaan dengan timbulnya tumor otak akibat penggunaan ponsel.

3. Peningkatan Tekanan Darah

Jerman pada sebuah studi yang dilaporkan dalam media Lancet pada 1998, tekanan darah pada subyek yang diteliti meningkat 5-10Hg-peningkatan yang lebih dari cukup untuk memicu stroke atau serangan jantung pada orang-orang yang berisiko tinggi.

Ini kali pertama sebuah bukti yang sangat meyakinkan bahwa radiasi ponsel dapat mengubah fungsi sel dalam badan manusia.

4. Penyakit Alzheimer’s, Multiple Sclerosis & Parkinson’s

Swedia. Hanya dalam tempo dua menit terpapar pancaran gelombang ponsel, dapat melemahkan batas pengaman dalam darah, sehingga protein dan racun/toksin bocor dan kemudian masuk ke dalam otak. Inilah yang membuka jalan bagi berkembangnya berbagai penyakit seperti Penyakit Alzheimer’s, Multiple Sclerosis & Parkinson’s

Studi lain menunjukkan pengguna ponsel 30 menit/ hari terkena risiko pikun (memory loss) dua kali lipat disbanding pengguna ponsel kurang dari dua menit/hari.

USA Riset terhadap tikus menunjukkan paparan gelombang ponsel selama 45 menit menyebabkan terhambatnya kemampuan belajar dan ingatan jangka pendek mereka.

Inggris Riset yang disponsori pemerintah menunjukkan keterkaitan antara radiasi ponsel dengan kehilangan ingatan jangka pendek dan pikun sesaat.

Bahkan ada penelitian yang manunjukan bahwa ada segumpal daging dalam wadah ada 4 buah Hp saling menelepon bersilangan setelah sekian lama daging tersebut matang. Bisa kita lihat bahwa semakin lama kita menggunakan Hp maka kita akan semakin rentan terhadap bahaya yang di timbulkan Hp.

D. Solusi Pencegahan Bahaya Pemakaian Telepon Seluler

Beberapa alternatif pencegahan yang dapat dilakukan antara lain :

  1. Menghindari kontak langsung dengan Handphone ketika menelepon ataupun menerima telephone.
  2. Menghindari pajanan  saat menggunakan Handphone pada waktu signal kurang baik dan dalam jangka waktu yang lama.
  3. Menggunakan Handphone sesuai kebutuhan.
  4. Membatasi anak berbicara langsung dengan Handphone agar tidak terkena dampak radiasi.
  5. Menggunakan speakerphone dan handsfree.
  6. Hindari percakapan bila penerimaan buruk karena Handphone akan mengirim sinyal dengan tenaga maksimal untuk mencapai tiang relay.
  7. Atau yang lebih ekstrim lagi kita tidak usah punya Hp

A. PANDANGAN UMUM TENTANG GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK “GEM” DALAM KEHIDUPAN

Telah kita ketahui akan berbagai macam aplikasi pemanfaatan gelombang elektromagnetik dalam kehidupan kita. Begitu besarnya kontribusi yang dapat diberikan dari aplikasi-aplikasi tersebut, dimana dengan keberadaan  berbagai peralatan-peralatan tersebut, dapat membantu sebagian besar  “kebutuhan” manusia. Yang akhirnya, salah satu bentuk akibat dari segala kebiasaan “masyarakt dunia” akan “lekatnya” obyek-manusia dengan GEM-Gelombang Elektromagnetik membentuk suatu peradaban yang nantinya juga terdapat permasalahan. Namun dari pada itu, terlepas pandangan pengaruhnya seperti apa, namun memang dalam hal ini perlu pengkajian lebih lanjut guna menemukan solusi permasalhan yang ada.

Medan Elektromagnetik dihasilkan oleh barang-barang yang biasa ditemui dan tumbuh sangat cepat dalam lingkungan yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Pengaruh terhadap kesehatan dan lingkungan oleh Medan Elektromagnetik baik statis maupun yang berubah-rubah dengan waktu. Medan yang berubah-rubah mulai dari frekwensi nol ( listrik searah ) sampai 300 Giga Hz. mendekati batas terats gelombang radio.

Pada dasarnya kita hidup diatas bumi telah mendapatkan medan listrik dan medan magnet natural yang disebabkan adanya lapisan ionosfer dan awan-awan yang bermuatan listrik Medan listrik dibawah saluran udara, pada ketinggian 1 m diatas tanah, jauh lebih kecil, sebagai contoh dibawah saluran udara tegangan ekstra tinggi 500 kV, kuat medan pada 1 m dari permukaan tanah lebih kecil dari 10 kV/m. Untuk bagian otak, medan ekuivalen untuk mencapai nilai kerapatan arus yang bisa menyebabkan efek rangsangan adalah 40 kV/m. Sedangkan medan ekuivalen sebesar 4000 kV/m dapat menyebabkan bahaya fibrilasi jantung.

Disamping menyebabkan timbulnya arus induksi, medan listrik pada permukaan tubuh akan menyebabkan gaya pada bulu tubuh atau rambut, sehingga terjadi vibrasi pada bagian-bagian tersebut. Nilai kuat medan dimana stimulasi rambut mulai terasakan sangat bervariasi untuk setiap orang. Nilai medan listrik yang mulai terasa pada bulu tangan 7 kV/m, rambut 23 kV/m, stimulasi ini tidak menyebabkan efek gangguan kesehatan tubuh.

B. MOUSE OPTIK

Selama  ini  kita  mengenal  ada  2  mouse;  ball  dan  optic.  Mouse  yang  menggunakan  sensor mekanik  berupa  bola  saat  digunakan  harus  menempel  pada permukaan yang rata dan tidak licin.Kelemahan Mouse dengan bola ini adalah mudah kotor, jika bola kotor maka bola sulit berputar dengan lancar. Kemudian era selanjutnya kita mengenal mouse optik, yang menggunakan sensor cahaya.

mouse optic memberi solusi masalah kotor dan bola yang sering macet, serta media permukaan bergerak yang lebih fleksibel karena bisa digerakkan di  berbagai media yang tidak memantul sempurna seperti kaca dan cermin. Namun   mouse optik ini  juga  ada  yang  menggunakan  sinar  laser  meski  jarang  kita  jumpai, kelebihan mouse laser   bisa  dioperasikan  di  permukaan  mengkilap  seperti  kaca.

Yang disebut mouse optik adalah mouse yang menggunakan sensor cahaya serta lampu LED merah di bawahnya sebagai pencahaya. Sensor pada mouse optical mampu menangkap gambar dengan kecepatan 1500 frame per detik sampai 7000 frame per detik. Dengan kecepatan mencapai 45 inci per detik dengan resolusi 2000 count per inci (cpi).

Mouse ini dinyatakan memiliki nilai presisi yang lebih baik ketimbang mouse yang menggunakan mekanik. Pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. Untuk kelas yang sama, mouse optical tidaklah lebih presisi. Yang memang memiliki nilai presisi yang tinggi harganya saat ini masih terbilang mahal. Sedangkan, mouse optical yang umum dijual tidak memiliki kecepatan dan nilai presisi yang lebih baik ketimbang mouse biasa. Berbeda dengan mouse trackball yang  sulit jalan ditempat yang terlalu licin. Oleh sebab itu, mouse ini membutuhkan sebuah landasannya sendiri yang dinamakan mouse pad. Berbeda dengan mouse optical yang cenderung lebih baik bekerja dipermukaan yang mulus dan dengan warna yang cenderung gelap. Mouse optik sulit dijalankan pada permukaan yang putih polos.

Berbeda dengan mouse mekanik yang sulit jalan di tempat yang terlalu licin, Mouse optik dapat digunakan hampir pada seluruh jenis permukaan. Asalkan permukaan tersebut tidak transparan atau terlalu glossy.

Mouse optik juga membutuhkan arus yang lebih besar ketimbang mouse bola atau mekanis biasa. Lima kali lebih besar arus yang dibutuhkan untuk menggerakan mouse ini(25 mA).

A. Cara Kerja Mouse Optik

Cara kerja mouse optical adalah sebagai berikut: lampu LED menebarkan cahayanya pada permukaan lalu, sensor cahaya yang ada pada bagian bawah mouse akan menangkap pergeseran yang terjadi pada cahaya tersebut. Atau dapat juga dikatakan sebagai berikut. Bila mouse mekanik komputer mencatat pergeseran yang dilakukan oleh mouse, sebaliknya dengan mouse optical, komputer mencatat pergeseran yang terjadi pada landasan mouse.

Untuk lebih jelasnya perhatikan pada gambar. Bagaimana sebuah sensor mampu menangkap setiap kali adanya perubahan gambar atau pola. Berkaitan dengan pola, hal inilah yang menyebabkan kenapa mouse optical sulit mendeteksi permukaan yang transparan dan glossy seperti kaca atau papan whiteboard.
LED menyinari permukaan bawah mouse, cahaya LED dipantulkan oleh tekstur mikroskopik pada permukaan. Lensa plastik mengumpulkan cahaya yang dipantulkan dan membentuk gambar pada sensor (CMOS sensor). Sensor mengambil gambar dengan kecepatan cukup cepat, 1500 gambar per detik. Gambar (binary / hitam-putih) dikirim ke DSP (digital signal processor) untuk diolah.

Selain mouse optik sekarang ini mulai dikenal adanya mouse laser, Sebenarnya mouse laser termasuk mouse optik tapi menggunakan LED (Light Emiting Diode) berwarna merah. Mouse laser menggunkan pancaran sinar laser yang tak kasat mata. umunya menggunakan sinar infra merah. Sinar laser dipancarakn bergerak menigikuti tangan pengguna. Sinar laser itu menghidupkan sistem sensor optic seperti pada mouse optic biasa. Ribuan gambar diambil dalam waktu satu detik untuk mengetahui pergerakn mouse. Koordinat yang dikirim mouse kemudian digunakan computer untuk memposisikan pointer.

B. Keuntungan

Ketimbang mouse yang pakai bola, mouse optic punya banyak keuntunga , antara lain

1.      Lebih tahan lama

2.      Kotoran tidak bisa masuk ke dalam mouse,

3.      Pointer bisa bergerak lebih mulus

4.      Tidak perlu lagi pakai mouse pad.

C. Dampak Penggunaan Mouse Optik.

Kenyamanan optical mouse ternyata mempunyai efek samping yang berbahaya. Tiga tahun semenjak peluncuran pertama optical mouse oleh Microsoft, telah ditemukan ribuan kasus kelainan pada jaringan tangan akibat radiasi yang dipancarkan mouse. mouse optik bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi ke permukaan di bawahnya. Frekuensi yang digunakan jauh lebih tinggi dari pada pada handphone.

Telah diketahui secara luas bahwa telapak tangan dan kaki merupakan pusat ujung-ujung syaraf tubuh. Radiasi yang dirasakan oleh telapak tangan bisa berpengaruh fatal pada kesehatan, karena menurut laporan WHO radiasi dari mouse setara 5 kali radiasi handphone. Akan tetapi radiasi mouse menjadi berbahaya karena dipegang terus menerus oleh pemakai komputer.

Jika panjang gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel diambil 10-2 meter, maka energi elektromagnetik yang akan dihasilkan mouse optic dapat dihitung sebagai berikut;

D. KESIMPULAN

  1. Medan Elektromagnetik dihasilkan oleh barang-barang yang biasa ditemui dan tumbuh sangat cepat dalam lingkungan yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Pengaruh terhadap kesehatan dan lingkungan oleh Medan Elektromagnetik baik statis maupun yang berubah-rubah dengan waktu. salah satu contohnya adalah mouse optik
  2. Mouse optik adalah mouse yang menggunakan sensor cahaya serta lampu LED merah di bawahnya sebagai pencahaya.
  3. Mouse optik bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik.
  4. Bahaya lampu LED yang terlalu terang pada mouse optik berpengaruh pada mata yang silau apabila terkena sinar dari LED mouse ini.
  5. Energi elektromagnetik yang akan dihasilkan mouse optic 5 kali radiasi handphone atau setara dengan 6,205 . 10-6 eV
  6. Mouse optik yang berbahaya adalah apabila mouse optik tersebut menggunakan sinar yang berasal dari sinar laser. Sudah pasti sinar laser mengandung banyak sekali radiasi.

E. SARAN

1.      Berlatihlah menggunakan Hotkey (Ctrl-C, Ctrl-V untuk copy paste).

2.      Kembalilah menggunakan mouse model lama (bola)

3.      Gunakanlah mouse yang menggunakan pelindung.

 

Tentang satuasbak

I can't fail
Pos ini dipublikasikan di FISIKA HERE. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s